Home
Profil SPMI

Profil SPMI

WELCOME TO SPMI STIKES BALI

Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) adalah kegiatan sistemik penjaminan mutu pendidikan tinggi oleh setiap perguruantinggi secara otonom untuk mengendalikan dan meningkatkan penyelenggaraan pendiidikan tinggi secara berencana dan berkelanjutan. SPMI dipandang sebagai salah satu cara untuk menjawab berbagai permasalahan pendidikan tinggi diIndonesia. Selain itu, SPMI dianggap mampu untuk menjawab tantangan pendidikantinggi.

Karena pengaruh atau pengaruh potensial pada kemampuan perguruan tinggi untuk secara konsisten menyediakan layanan pendidikan yang memenuhi persyaratan mahasiswa serta peraturan danperundang-undangan, perguruan tinggi harus menentukan: (1) pihak berkepentinganyang relevan dengan Sistem Penjaminan Mutu; (2) persyaratan dari pihakberkepentingan yang relevan dengan Sistem Penjaminan Mutu.


Penerbitan Undang-Undang Nomor 12 Tahun2012 tentang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) mengokohkan Sistem Penjaminan MutuPerguruan Tinggi yang telah dilaksankan sejak tahun 2008. Sistem PenjaminanMutu Pendidikan Tinggi, sebagai sebuah sistem tetap mengintergrasikan tigapilar yaitu:
  1. SistemPenjaminan Mutu Internal yang dilaksanakan oleh setiap perguruan tinggi
  2. SistemPenjaminan Mutu Eksternal atau Akreditasi yang perlu dilaksankan oleh BadanAkreditasi Perguruan Tinggi atau lembaga Akreditasi Mandiri, dan
  3. PangkalanData Pendidikan tinggi baik pada aras perguruan tinggi maupun aras kementrianRiset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Dengan pengaturan Sistem Penjaminan MutuPendidikan Tinggi (SPM Dikti) di dalam UU Dikti, semua perguruan tinggi diIndonesia berkewajiban menjalankan SPM Dikti tersebut dengan modus yang palingsesuai dengan sejarah, visi, misi, mandat, ukuran, budaya organisasi perguruantinggi yang bersangkutan.

Sejalan dengan penerbitan Undang-UndangNomor 12 tahun 2012 dan Visi Kemristekdikti yang memuat tentang mutu pendidikantinggi yaitu terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptekdan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa, maka STIKES Bali melalui kebijakandan penetapan penjaminan mutu (quality assurance) dengan menetapkandan mewujudkan visinya melalui pelaksanaan misinya (aspek deduktif), sertamampu memenuhi kebutuhan/memuaskan stakeholders (aspek induktif) yaitukebutuhan masyarakat, dunia kerja dan profesional. Sehingga, STIKES Balimerencanakan, menjalankan dan mengendalikan suatu proses yang menjaminpencapaian mutu.


Tujuan penjaminan mutu adalah memeliharadan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, yang dijalankansecara internal untuk mewujudkan visi dan misi STIKES Bali, serta untukmemenuhi kebutuhan stakeholders melalui penyelenggaraan tridharmaperguruan tinggi.

Landasan kebijakan implementasi SPMI di STIKES Bali meliputi:

  1. Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi
  2. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
  3. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2016 tentang Sistem penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi
  4. Menerapkan ISO-9001/2008 dan IWA-2 (dalam proses)

Selain kebijakan-kebijakan tersebut, SPMI di STIKES Bali jugamerujuk kepada instrumen akreditasi nasional yang diterbitkan oleh BadanAkreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan ISO-9001/2008 sebagai standarinternasional. Sehingga skema penjaminan mutu di STIKES Bali dapat digambarkansebagai berikut:


img-1488770790.JPG



Our Gallery